Home » Travel » Wisata Wayang Kulit Tersembunyi Di Solo

Wisata Wayang Kulit Tersembunyi Di Solo

SURAKARTA, KOMPAS.com – Sore itu, Kamis (22/7/2016), Alun-Alun Utara Keraton Solo tampak ramai. Mobil dan motor tampak memenuhi jalan hingga dulu lintas tersendat.

Orang-orang juga tampak keluar masuk Pasar Klewer yg sementara menempati lahan Alun-Alun Utara Keraton. Di Pasar Batu Akik, juga dihinggapi oleh dua pencinta batu mulia itu.

Sementara, geliat sekitar alun-alun utara itu tampak berbeda 360 derajat saat masuk ke Kerajinan Wayang Kulit Balai Agung. Di balik gedung kuno beratap joglo itu, perajin wayang kulit seperti tersembunyi di balik mobil-mobil dan jendela kaca.

KompasTravel sempat mengunjungi pusat pembuatan wayang kulit yg berada dalam pengelolaan Keraton Kasunanan itu. KompasTravel berkunjung dalam rangka mengikuti paket wisata Accor Solo Heritage Cycling.

Gedung yg berada di bawah pohon beringin ini menyimpan harta karun pengetahuan yg tidak ternilai. Siapa sangka di balik gedung yg terkesan tertutup ini pembuatan wayang kulit mampu dilihat mata telanjang.

Sore itu, beberapa perajin kelihatan khusyuk menggoreskan pena berwarna ke atas wayang yg berbahan kulit kerbau. Mereka mengarsir garis-garis dengan teliti tanpa sedikit pun bertutur.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Sanggar Wayang Balai Agung di pinggir Jalan Alun-Alun Utara Keraton Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2016). Sanggar wayang ini adalah salah sesuatu tempat yg dikunjungi dalam paket wisata Accor Solo Heritage Cycling.

Seorang perajin wayang kulit di Balai Agung Keraton Kasunanan Solo, Sihhanto mengatakan, tempat ini terbuka buat dikunjungi wisatawan. Di Balai Agung, menurutnya, wisatawan mampu melihat pembuatan wayang kulit.

“Di sini juga mampu membeli wayang bagi oleh-oleh,” kata Sihhanto kepada KompasTravel beberapa waktu lalu.

Selain pembuatan wayang kulit, Sihhanto menambahkan, Balai Agung juga yaitu tempat belajar tempat pedhalangan. Tak cuma itu, lanjutnya, deretan gamelan juga mampu dibeli sebagai souvenir.

Adapun jenis-jenis wayang yg dibuat di Balai Agung seperti Wayang Beber, Wayang Purwo, Wayang Gedhok, Wayang Madya, Wayang Klithik, dan Wayang Mena. Setiap pembuatan wayang membutuhkan waktu yg berbeda buat pembuatannya tergantung kesulitan.

Jika ingin membawa pulang wayang-wayang tersebut, siapkan kocek yg tebal. Di sana, wayang dijual akan dari Rp 500.000 per lembar.

Rasanya tidak lengkap ke Solo seandainya berkunjung ke Balai Agung. Pengetahuan wayang mampu mencoba diserap di tengah ramainya tumpukan ampyang, bakpia, klanting hingga kain-kain batik.

Jika ingin berkunjung, cobalah datanglah pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB. Untuk konfirmasi jam buka Balai Agung, wisatawan dapat menghubungi nomor telepon 0271-661931.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter