Home » Otomotif » Trik Leasing Antisipasi Kehadiran LSM Pelindung Kredit Macet

Trik Leasing Antisipasi Kehadiran LSM Pelindung Kredit Macet

Jakarta -Ada oknum yg mengatasnamakan sebagai LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) menghalang-halangi perusahaan pembiayaan dalam menarik kendaraan yg terlibat kredit macet.

Meski begitu di Senior Executive Vice President PT Mandiri Utama Finance (MUF), Yanto Tija menyampaikan meskipun fenomena tersebut telah lama terjadi, ketika ini di MUF belum mengalami kejadian seperti itu.

“Iya telah lama, tetapi kami mudah-mudahan nggak kena, kalian belum ada perkara kaya gitu,” ujar Yanto ketika dihubungi detikOto, di Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Untuk mencegah hal tersebut, MUF melakukan sejumlah langkah pencegahan seperti menyediakan tenaga kerja yg berkualitas baik, survei di lapangan dikerjakan dengan benar, serta kepala cabang dituntut bagi mengetahui wilayah dimana ia ditempatkan.

“Antisipasinya dengan people yg bagus di lapangan, survei yg terjadi di lapangan juga yg benar jangan sampai ada fraud, kepala cabang juga harus mengetahui daerah sekitarnya secara lengkap,” ungkap Yanto.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance, Stanley Atmadja, menyampaikan tindakan menghalang-halangi penagihan kredit macet dapat disebut sebagai tindakan premanisme.

“Karena ini bukan suatu gerakan yg benar, ini keuntungan dari LSM-nya saja. Ini mampu disebut preman. Kalau masalah seperti itu (menahan kendaraan dengan kredit macet-Red) namanya mengakali konsumen, tetapi merugikan konsumen dan leasing,” kata Stanley.

Dirinya juga mengatakan, seandainya benar-benar ada kejadian seperti ini, maka lebih baik adukan ke pihak berwajib, buat di tindak tegas.

“Kalau ada perkara seperti ini, kami dapat buktikan, dan melapor ke polisi. Harus ada tindakan konkret, karena ini benar-benar penyimpangan,” ujarnya.

Kinerja MUF

Sementara itu MUF melaporkan kinerja MUF di pembiayaan mobil baru selama semester I-2016 mencapai 28.000 kendaraan dan nilai pembiayaan sebesar Rp 760 miliar. Di pembiayaan motor baru juga memamerkan tren yg selalu meningkat sebanyak 12.400 kendaraan dengan total nilai pembiayaan sebesar Rp 207 miliar.

Di bulan Juni 2016, pembiayaan mobil baru MUF naik drastis sebesar 102% atau peningkatan nilai pembiayaan sebesar 91% dibandingkan dengan kinerja pembiayaan di bulan sebelumnya.

Sedangkan bagi pembiayaan motor baru, ada peningkatan unit pembiayaan motor baru sebesar 74% atau peningkatan nilai pembiayaan sebesar 71% dibandingkan kinerja pembiayaan di bulan sebelumnya. (ddn/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter