Home » Olahraga » Triady Fauzi Ingin Balas Kekecewaan

Triady Fauzi Ingin Balas Kekecewaan

JAKARTA, Kompas.com – Atlet renang penting Indonesia yang berasal Jawa barat, Triady fauzi mengaku masih berusaha melupakan  rasa bingung dan sakit hati karena dinyatakan gagal lolos ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Indonesia sudah memastikan mengirim beberapa atlet renang merupakan Glenn Vivtor Sutanto (putera) dan Yessy Venisia Yosaputera (puteri) sebagai wakil melalui jalur wild card. Jalur ini diperoleh Indonesia setelah tiga atket penting Indonesia, Glenn Victor, Triady fauzi dan Gde Siman Sudartawa gagal melewati Limit A dalam kualifikasi Olimpiade.

Pihak PB PRSI akhirnya memutuskan nama Glenn dan Yessy. Nama Yessy tidak terbantahkan sebagai atket puteri terbaik ketika ini. Namun  banyak yg menganggap Triady Fauzi yaitu nama yg paling layak tampil di Rio. Pencapaian waktunya di kualifiaksi di Malaysia dan Paris merupakn yg paling mendekati limit A.

Sayangnya, Triady terbentur pada prasyarat yg diajukan oleh FINA merupakan peserta harus atlet yg mengikuti kejuaraan dunia renang di Kazan (Rusia) pada 2015. Apesnya, Triady absen dalam kejuaraan tersebut karena mengundurkan diri setelah merasa tidak sehat.

Traiady sendiri berusaha tegar menerima kegagalannya mewujudkan impiannya sebagai atlet renang bagi berlaga di Olimpiade. “Kalau mau dibilang aneh ya aku merasa diperlakukan tidak adil. Kalau memang ada penghitungan seperti itu, sebaiknya ya dibuka saja dari awal. Jadi kalian sebagai atklet tahu  risiko kita,” kata Triady.

Menurut Aji -panggilan Triady- ia merasa sendirian menghadapi keputusan yg menyedihkan ini. “Saya belum bertemu dengan pengurus PRSI Jabar. Hanya aku telah berbicara dengan kak Nizar (Nizaruddin pelatih nasional yang berasal Jabar). Dia juga mengaku heran karena sebagai pelatih nasional ia tak dilibatkan dalam keputusan penunjukkan nama atlet yg lolos wild card,’ kata Triady.

Menurut pelatih kepala PRSI, Albert C. Sutanto penujukkan nama Glenn Victor Sutanto dan Yessy V. Yosaputera pada akhinrya memang diambil oleh jajaran pemimpin PRSI. “Keputusan yaitu tanggungjawab wakil ketua bidang pembinaan PB,” kata Albert. “Saya cuma menyebut bila terjadi wild card, maka mulai berlaku klausul antara IOC dan KOI dengan mengutamakan atlet yg menerima bantuan Olympic Solidarity,” kata Albert.

Saat ini atklet yg menerima Olympic Solidarity adalah Siman Sudartawa karena keikutsertaannya pada Olimpiade 2012 di London. Dalam perjanjian antara KOI dan IOC memang disebut apabila yg dipilih adalah atlet lainnya, maka KOI wajib mengembalikan uang bulanan yg sudah diterima si atlet. “Jumlahnya mungkin ketika ini sekitar Rp 400 juta,” kata Albert.

Namun pihak PB PRSI akhirnya tetap menetapkan meloloskan nama Yessy Yosaputera dan Glenn Victor Sutanto.

Triady sendiri menyebut heran mengapa tak ada usaha banding tentang absennya dia di ajang kejuaraan Dunia di  Kazan. “Bagaimana pun ketika itu aku sakit dan mungkin kalau berangkat tak mulai dapat berlomba,” kata Triady.

Dengan waktu beberapa bulan yg tersisa menjelang PON, Triady ketika ini berlatih keras mempersiapkan diri menghadapi PON di Jawa barat pada September. Sebagai atlet nasional, Triady menjadi harapan tuan rumah bagi mendulang medali emas di kolam renang.

Sementara buat dirinya sendiri, Aji berambisi menjaadikan ajang PON ini sebagai pembuktian dirinya masih yg terbaik. “Saya telah membuktikan terbaik di kualifikasi di Malaysia dan Perancis. Kini aku mulai membuktikan yg terbaik di PON,” kata Triady.

Triady juga menegaskan ini akan  yaitu PON terakhir bagi dirinya. “Target aku masih berenang sampai Asian Games 2018 mendatang. Sebelum itu, aku menyiapkan masa depan aku sebelum pensiun. Saya ingin  memilki studio foto.”

Sumber: http://olahraga.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter