Home » Teknologi » Pemerintah Umumkan Tarif Interkoneksi Baru, Turun 26 Persen

Pemerintah Umumkan Tarif Interkoneksi Baru, Turun 26 Persen

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akhirnya sudah menyelesaikan perhitungan biaya interkoneksi tahun 2016. Proses perhitungan biaya interkoneksi sudah dimulai sejak tahun 2015 dengan melibatkan para penyelenggara telekomunikasi yg berinterkoneksi.

Perhitungan biaya interkoneksi tersebut dikerjakan atas dasar Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (PM) Nomor 8 Tahun 2006 tentang Interkoneksi dengan memperhatikan masukan dari para stakeholder dan melakukan konsultasi publik buat menyempurnakan regulasi tarif dan interkoneksi.”Sejak tahun 2006, perhitungan biaya interkoneksi sudah dikerjakan dengan mengedepankan prinsip berbasis biaya (cost based) yg dipandang adil buat para penyelenggara telekomunikasi bagi menjamin pelaksanaannya secara transparan, non-diskriminatif dan mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuatan pasar dari penyelenggara dominan,” terang Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo, Noor Izza, dalam siaran persnya, Rabu (03/08).Dikatakannya, perhitungan biaya interkoneksi tersebut memakai metode Bottom Up Forward Looking Long Run Incremental Cost (BU FL LRIC) yg dikerjakan dengan mengembangkan model konfigurasi jaringan yg efisien. Berdasarkan hitungan tariff interkoneksi yg terbaru itu, ditetapkan bahwa rata-rata penurunannya sekitar 26 persen.”Dari perhitungan dari komponen-komponen macam interkoneksi, mampu katakan resultansi penurunannya 26 persen. Hasil perhitungan biaya interkoneksi akan berlaku pada tanggal 1 September 2016 sampai dengan Desember 2018 dan mampu dievaluasi oleh BRTI setiap tahunnya,” ujarnya.Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, pernah mengutarakan keinginannya bahwa penurunan tariff interkoneksi dapat di atas 20 persen. Dia juga mengatakan, efek dari penurunan tariff interkoneksi mulai berimbas ke pelanggan ritel operator telekomunikasi.Pasalnya dengan penurunan tariff interkoneksi ini, pelanggan mulai bisa merasakan tariff murah buat melakukan telepon beda operator. Di samping itu, mulai terasa juga pada pengurangan pada peredaran kartu SIMCard. Hal itu sebagaimana diketahui, banyak pengguna selular yg memiliki kartu SIMCard lebih dari satu.Baca juga:
Telkomsel pamer TCash di World Islamic Economic Forum ke 12
XL siapkan layanan khusus paket haji
Pengamat: Tarif interkoneksi harus adil
Lagi, Indosat gandeng Erajaya hadirkan IM3 Ooredoo eStore
Ericsson dipilih XL terapkan teknologi Radio Dot System

Sumber: http://www.merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter