Home » Nasional » Pemerintah Imbau Pelajar Indonesia Di Turki Hindari PASIAD Untuk Sementara

Pemerintah Imbau Pelajar Indonesia Di Turki Hindari PASIAD Untuk Sementara

KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri mengimbau pelajar dan mahasiswa Indonesia di Turki buat sementara waktu menghindari kontak dengan Asosiasi Pembangunan Sosial Ekonomi Pasifik (PASIAD).

“Pemerintah sudah mengantisipasi hal ini karena ada sekitar 300 pelajar Indonesia di Turki yg menerima beasiswa Yayasan PASIAD,” kata Direktur PWNI-BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal di Jakarta, Jumat (5/8/2016).

Pemerintah Turki di bawah Presiden Receep Thayyeb Erdogan menuding PASIAD berafiliasi dengan kelompok Fethullah Gulen yg dituduh sebagai dalang kudeta gagal 15 Juli lalu.

“Kami sudah mengatakan imbauan ini melalui Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki maupun secara segera oleh pihak KBRI, bahwa mereka sebaiknya menghindari kontak dengan yayasan dan orang-orang yg terlibat di dalamnya, baik personal maupun politis,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, pihak KBRI bahkan sempat menawarkan akomodasi kepada para pelajar di Turki bagi tinggal di Wisma KBRI di Ankara atau di KJRI Istanbul sebagai rumah aman sementara seandainya terjadi kondisi darurat.

“Secara internal, Kemlu serta lembaga terkait di Jakarta sudah menyiapkan dua skenario bagi melindungi dan menyelamatkan keberlanjutan pendidikan mereka seandainya satu yg buruk terjadi,” kata dia.

Pascakudeta gagal di Turki, 15 Juli 2016, Presiden Erdogan mengeluarkan pengumuman yg disebarkan ke perwakilan Turki di segala dunia, yg meminta pemerintah di berbagai negara menutup sekolah-sekolah yg ditengarai memiliki hubungan dengan PASIAD dan organisasi yang lain yg terkait Fethullah Gulen.

Kedutaan Besar Turki di Indonesia juga sudah meminta pemerintah menutup sembilan sekolah yg tersebar di berbagai daerah, yakni Pribadi Bilingual Boarding Schools di Depok and Bandung, Jawa Barat serta Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School di Tangerang Selatan, Banten.

Sekolah lain, Semesta Bilingual Boarding School di Semarang, Jawa Tengah, Kesatuan Bangsa Billingual Boarding School di Yogyakarta dan Sragen Bilingual Boarding School di Sragen, Jawa Tengah, Faiths School di Aceh dan Banua Bilingual Boarding Schools di Aceh dan Kalimantan Selatan.

Turki juga meminta pemerintah Indonesia menghentikan aktivitas Klub Gullen yg selama ini berkegiatan di Universitas Islam Negeri di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Terkait permintaan tersebut, Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir menyampaikan pemerintah Indonesia tak pernah ikut campur dalam urusan dalam negeri negara mana pun.

Pemerintah Indonesia meminta negara yang lain bagi menghormati hukum dan peraturan yg berlaku, termasuk terkait pengelolaan sekolah-sekolah yg ada di wilayah yuridiksi Indonesia.

Namun, Arrmanatha mengatakan, Kemlu mulai berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan buat mendapatkan keterangan dan fakta lebih lanjut terkait daftar sekolah yg diumumkan Kedutaan Besar Turki.

Pemerintah Turki juga sudah meminta aksi yg sama kepada Yordania, Azerbaijan, Somalia dan Nigeria.

(Azizah Fitriyanti/ant)

Kompas TV Mendikbud Tolak Permintaan Turki Tutup Sekolah

Sumber: http://nasional.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter