Home » Teknologi » Menunggak Rp 5 Triliun, Google Hanya Dipajaki Rp 988 Miliar Di Indonesia

Menunggak Rp 5 Triliun, Google Hanya Dipajaki Rp 988 Miliar Di Indonesia

KOMPAS.com – Masalah pajak Google di Indonesia akhirnya menemui titik tengah. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menawarkan penyelesaian pajak atau tax settlement pada raksasa mesin pencari tersebut.

Angka kesepakatan dikatakan berkisar 73 juta dollar AS atau setara Rp 988 miliar. Kisaran itu tidak mulai melebihi angka yg dipatok, tetapi dapat jadi kurang.

“Dipertimbangkan sebagai pengampunan pajak untuk Google,” kata Kepala Kanwil Jakarta DJP Khusus, Muhammad Haniv, sebagaimana dilaporkan WSJ dan dihimpun KompasTekno, Jumat (25/11/2016).

Sebelumnya, pada September lalu, pemerintah menyampaikan Google berutang pajak dan denda hingga Rp 5 triliun. Angka kesepakatan Rp 988 miliar tentu jauh di bawah patokan awal.

Baca: Pajak Saja Tembus Triliunan Rupiah, Google Dapat Duit Dari Mana?

Haniv menjelaskan, asal-usul Rp 988 miliar itu dikarenakan pemerintah sepakat mengampuni denda Google sebesar Rp 4 triliun. Jika merujuk pada pajak asli Google, perusahaan Mountain View itu hanya berutang sekitar Rp 1 triliun.

Angka Rp 4 triliun sendiri yaitu denda tunggakan pajak Google sejak 2011 hingga 2015 lalu. Haniv menargetkan permasalahan pajak Google dapat diselesaikan sebelum akhir 2016.

Google belum berkomentar soal kesepakatan yg telah diumbar Haniv. Sebelumnya, Google Indonesia menegaskan sudah menjalankan kewajiban sebagai perusahaan yg beroperasi di Tanah Air sesuai porsinya.

Menurut Google, unit usaha di Indonesia cuma sebagai event organizer promosi di bawah pengawasan Google Asia Pasifik yg berkantor pusat di Singapura. Kantor di Singapura-lah yg menangani seluruh kontrak dari pengiklan di Indonesia.

Baca: Kemenkominfo: Uang Transaksi Google di Indonesia Lari ke Singapura

Google sesumbar selama ini rutin membayar pajak unit Indonesia dan menambahkan 8 persen dari yg dibukukan sebagai laba unit.

Diketahui, transaksi bisnis periklanan digital di Indonesia pada tahun 2015 saja mencapai 850 juta dollar AS atau sekitar Rp 11,6 triliun. Pemerintah menyampaikan 70 persen dari angka itu adalah kontribusi Google dan Facebook.

Pemerintah berharap seandainya permasalahan dengan Google selesai, penagihan pajak ke perusahaan asing yang lain seperti Facebook dan Twitter mampu lebih mudah.

Masalah pajak Google tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga dua negara Eropa. Di Inggris, pada Januari dahulu Google sepakat membayar tax settlement sebesar 130 juta poundsterling. Bagi sebagian orang jumlah tersebut masih sangat kecil dibandingkan pendapatan Google di negeri itu yg mencapai miliaran poundsterling selama 10 tahun.

Sumber: http://tekno.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter