Home » Otomotif » Gaikindo Minta DP Kredit Kendaraan 0 % Dibatasi

Gaikindo Minta DP Kredit Kendaraan 0 % Dibatasi

Jakarta -Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut positif usulan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai DP kredit kendaraan 0 % buat perusahaan pembiayaan (multifinance). Namun Gaikindo berharap rencana tersebut dibatasi penerapannya pada konsumen tertentu.

“Kami dari dunia otomotif menyambut dengan positif, tetapi tentunya kalian juga bilang harus hati-hati, jangan sampai dimanfaatkan kalau yg namanya customer-nya bukan customer dari sisi kelas yg bagus yah karena mulai merugikan para financing company dan kalau para financing company dirugikan nanti kilas baliknya mulai kembali ke otomotif juga kena,” ujar Ketum Gaikindo, Yohannes Nangoi usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2016).

Pengkajian usulan tersebut perlu dikerjakan agar penerapan DP kredit kendaraan 0 % dibatasi. Sebab tak segala konsumen memiliki kemampuan ekonomi yg sama bila cicilan kredit mulai meningkat dengan penghapusan uang muka.

“Jadi kalian bilang bahwa kalau 100 persen mau dihapuskan yg namanya uang muka itu cuma betul-betul bagi very-very selective customer mungkin masih memungkinkan. Tapi itu rasanya yg perlu dikaji lebih dalam lagi,” sambungnya.

Apalagi DP kredit kendaraan yg diberlakukan ketika ini justru menolong para konsumen bagi meringankan cicilan kendaraan yg dibeli.

“Uang muka misalnya 20 persen, 30 persen. Jadi harga mobil Rp 100 juta, dia harus bayar uang muka di depan misalnya Rp 30 juta. Sekarang uang muka dihapuskan, ya otomatis cicilan mulai lebih besar tetapi meringankan karena cash flow-nya jadi lebih ringan. Nah itu yg biasanya menunjang otomotif penjualan jadi lebih baik. Cuma kalau terlalu kecil atau tak ada uang muka juga berbahaya karena bisa-bisa orang bilang aku perlu mobil 2 bulan, aku cicil beberapa bulan selalu aku tinggalin, celaka juga gitu,” paparnya.

Sementara itu Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto mengatakan, usulan kredit DP 0 % diserahkan kepada perusahaan pembiayaan. Mereka yg nantinya menyeleksi profil konsumen yg berhak membeli kendaraan kredit tanpa uang muka.

“Kita serahkan sebetulnya ini pada perusahaan pembiayaan atau bank. Mereka kan dapat menganalisa sendiri siapa calon customernya ini, apakah pantasnya uang muka 5 persen atau 10 persen, 20 persen. Perusahaan-perusahaan pembiayaan atau leasing ini kan tahu cara menganalisa customer-nya itu, pantasnya berapa. Jadi kami bilang serahkan saja kepada mereka, perusahaan pembiayaan. Biarkan mereka menganalisa sendiri siapa calon customer-nya dan lain-lain,” ujarnya.

Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani sebelumnya mengatakan, OJK mempertimbangkan pemberian DP 0% untuk perusahaan pembiayaan dengan syarat tertentu. Dengan pelonggaran ini, diharapkan kinerja industri pembiayaan kendaraan bermotor mulai lebih menggeliat.

Namun ditegaskan Firdaus, tak sembarang perusahaan multifinance mampu memperoleh pelonggaran. Perusahaan tersebut harus mampu memperlihatkan manajemen yg baik, salah satunya ditunjukkan dengan rasio kredit bermasalah yg dapat ditekan di bawah 1% per tahun selama 3 tahun.

“Makanya konsep kami ke depan terhadap multifinance yg manajemennya bagus kemudian NPF-nya (Non Performing Finance) rendah di bawah 1%, mungkin dia mampu memakai fasilitas mampu tak mengenakan DP,” kata Firdaus. (fdn/rgr)
Sumber: http://oto.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

webcounter